Selasa, 05 November 2019

Perubahan fonem pada sebuah puisi

Teruntuk Sahabat

Layaknya lilin di tengah gulita
menyiramkan cahaya dalam kegelapan
Seperti mentari di pagi buta
menghantarkan sinar kehangatan, mengusir kebekuan
Bagaikan bintang yang mewarnai malam
yang tak membiarkan rembulan mengangkasa tanpa teman
membawa keceriaan dan kesetiaan
Bersamamu…
Melalui hari-hari yang penuh liku
Bergenggaman erat menepis gundah dan nestapa
Berbagi kisah…
Tentang cita-cita namun bukanlah angan belaka
Tentang cinta yang membuncah namun tertahan di dalam jiwa
Tentang harapan yang hendak digapai di masa datang
Tentang kegagalan yang hampir meremukkan keyakinan
Sahabat…
Kita bersama dalam suka maupun duka
Saling mengingatkan di tengah canda
Aku berharap dan berdoa…
Kita kan terus melangkah bersama
Menggapai ridho dan cinta-Nya
Meski jarak membentang di antara kita
Tak kubiarkan meluluhkan benang kasih yang telah tercipta
Sahabat…
Terima kasih untuk segalanya
Dan biarkanlah kisah kita terus terangkai
Kini, esok, hingga masa depan
Aku bangga dapati Dirimu seadanya
Kupikir, pantaslah dirimu kutemani
Aku bahagia, Sungguh ingin terurai Kata

Pemunculan Fonem
Me + bawa = Membawa


Peluluhan Fonem
Me + siram = Menyiram
Me + tepis  = Menepis

Pergeseran Fonem
Me + warna + i = Mewarnai
Mem + biar + kan = Membiarkan
Ke + gelap + an = Kegelapan
Ke + hangat + an = Kehangatan
Kw + beku + an = Kebekuan
Ke + yakin + an = Keyakinan
Ke + gagal + an = Kegagalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar