Selasa, 12 November 2019

Sintaksis

1. Modus
Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diungkapkannya. Adapun macam-macamnya yaitu :
1) Modus indikatif atau modus deklaratif
Yaitu modus yang menunjukka sikap objektif atau netral. Contohnya :
a. Budi manre utti
  Budi memakan pisang
b. Titi mabbaca bobbo
 Titi membaca buku
2) Modus optatif
Yaitu modus yang menunjukkan harapan atau keinginan. Contohnya :
a. Tennafodo salama manneng ki lettu bola ta’
 semoga selamat sampai rumahmu
b. Tennafodo lulusu’na yae taungnge
 semoga aku lulus tahun ini
3) Modus imperatif
Yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan atau tegahan. Contohnya :
a. Aja’na tuli maddoja
 jangan selalu begadang
b. Buang ngi barobomu ku onrong barobo e
 Buanglah sampah pada tempatnya
4) Modus interogatif
Yaitu modus yang meletakkan pertanyaan. Contohnya :
a. Wedding mua ga uwinreng bobbo ta’ ?
 bisakah saya meminjam bukumu ?
b. Purani ga ijairengngayaro kainge yae warekki uleng riolo ?
 sudahkah kamu menjahit kain yang kuberikan bulan lalu ?
5) Modus obligatif
Yaitu modus yang menyatakan keharusan. Contohnya:
a. Haruski matu lulusu ko ujiang e!
 kamu harus lulus ujian!
b. Lokka ki bolaku makkekekuangnge!
 kamu harus ke rumahku sekarang!
6) Modus desideratif
Yaitu modus yang menyatakan keinginan atau kemauan. Contohnya:
a. Tennafodo mita muannengki deceng
 semoga engksu berhasil
b. Barakuammengngi ri tarima mannengka  ri sikolae ro.
 semoga saya diterima disekolah itu.
7) Modus kondisional
Yaitu modus yang menyatakan persyaratan. Contohnya:
a. Wedding mua ki lulusu narekko na liweng petupulo angkamu.
kamu bisa lulus, asalkan nilaimu melewati 70.
b. Jaji maki lokka maccule, tapi jamai rodo jama jamang mu.
 kamu bisa pergi bermain, tapi kerjakanlah dulu pr mu.
2. Aspek
Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu situasi, keadaan, kejadian, atau proses.
Adapun macam-macamnya yaitu :
1) Aspek kuantitatif
yaitu aspek yang menyatakan perbuatan terus berlangsung. Contohnya:
a. Ani mabbaca bo’bo’
 ani sedang membaca buku
b. Maggolo i ananak sikola e
 anak-anak sekolah sedang bermain bola
2) Aspek insfektif
Yaitu aspek yang menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai. Contohnya:
a. Nappai elo manre rina
 rina baru ingin makan’
b. Nappaka maelo lokka sikolae
 saya baru ingin pergi ke sekolah.
3) Aspek progresif
Yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sedang berlangsung. Contohnya:
a. Maruki karangang ka
 saya menulis karangan
b. Mapperinganga ko riolo  bolaku
 saya menyapu di depan rumahku
4) Aspek repetitif
Yaitu aspek yang menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang. Contohnya:
a. Yanu napeppeki panga e
 dia memukuli pencuri itu.
b. Esso-esso tuli maggambara ka
 setiap hari saya selalu menggambar
5) Aspek perfektif
Yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sudah selesai. Contohnya:
a. Purani uruki sure’e
 saya telah selesai menulis surat
b. Purani abbissang penneku
 saya telah selesai mencuci piring
6) Aspek Imperfektif
Yaitu aspek yang menyatakan perbuatan berlangsung sebentar. Contohnya:
a. Maruki sure’ka
 saya sedang menulis surat
b. Manreka utti
saya memakan pisang
7) Aspek sesatif
Yaitu aspek yang menyatakan perbuatan berakhir. Contohnya:
a. Purana manre
 saya sudah makan
b. Purani ujama jama jamang sikolaku
 saya sudah mengerjakan pr
3. Modalitas
Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan,keadaan, dan peristiwa, atau juga sikap terhadap lawan bicaranya. Adapum jenis-jenis modalitas, yaitu:
1) Modalitas Intersional
Yaitu modalitas yang menyatakan keinginan , harapan permintaan, atau juga ajakan. Contohnya:
a. Lokkaki manre bakso
 ayo pergi  makan bakso
b. Tomatoa ku maelo menre ri tana maraja e
 orang tua saya ingin menunaikan ibadah haji.
2) Modalitas epistemik
Yaitu modalitas yang menyatakan kemungkinan, kepastian, dan kehausan. Contohnya:
a. Ko dema na bosi, lokka ma ri bolamu
 kalau tidak hujan saya akan ke rumahmu
b. Idi maneng wajiki lao ri tana toraja
 kami semua diwajibkan pergi ke tanah Toraja
3) Modalitas deontik
Yaitu modalitas yang menyatakan keizinan atau keperkanaan. Contohnya:
a. Jaji muaki monro koe narapi minggu paimeng
 Anda boleh tinggal disini sampai minggu depan
b. Alamui yaro doi’e
 Ambil saja uang itu
4) Modalitas dinamik
Yaitu modalitas yang menyatakan kemampuan. Contohnya:
a. Alena naullei jamai jamanna ko diarengi kasampatan
 Dia bisa melakukan hal itu kalau diberi kesempatan
b. Mulleka makkai yaro barang e
 Saya bisa mengangkat barang itu
4. Fokus
Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga  perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.
Contohnya:
a. Lokka saiki koro mai
 Tolong pergilah kesana
b. Namu mabbaca deppa ku ullei
 Membaca pun aku belum bisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar