Selasa, 26 November 2019

SEMANTIK

NAMA : RARA ASSAHRAH
NIM     : 1955041018
KELAS :PBSD A


1.  Jelaskan jenis- jenis (makna leksikal, gramatikal, dan kontekstual), (makna Referensial dan Non- referensial), (makna Denotatif dan Konotatif), (makna Konseptual dan Asosiatif), (makna Kata dan Istilah), (makna Idiom dan Pribahasa), berikan masing-masing 2 contoh dalam Bahasa Bugis !
JAWAB:
a. Makna Leksikal
Adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apapun (makna yang sebenarnya).
Contohnya: ibu sedang bercermin di depan kaca spion motornya. (maccammingngi emmaku rikacana motoroe)
b. Makna Gramatikal
Makna gramatikal adalah makna yang terbentuk dari hasil gramatikalisasi sebuah kata. Adapun gramatikalisasi tersebut terdiri atas afiksasi(pengimbuhan), reduplikasi (pengulangan kata), dan pemajemukan kata.
Contohnya : Tadi siang,aku melihat tengah berjalan di taman sendirian. (denre essoe uwitai jokka cilalena)
c. Makna Kontekstual
Makna Kontekstual adalah makna dari sebuah kata yang penggunaannya tergantung konteks tertentu.Maksudnya, memungkinkan mempunyai arti lain jika digunakan pada kalimat yang lain.
Contohnya: ibu memasukkan benang ke dalam mata jarum.(emmaku napattama wennangnge ri matanna jarungnge)
d. Makna Referensial
Makna referensial yaitu sesuatu diluar bahasa yang diacu oleh kata itu maka kata tersebut disebut kata bermakna referensial.
contoh : Dosen menasehati semua mahasiswa,”tekunlah dalam menuntut ilmu, tapi jangan pernah lupa melakukan perintah Allah”.(dosekku napangajari ana' gurunnae."attongekko mattuntu paddissengeng,nekkiyya aja mualluppai parentana puangnge)
e. Makna Nonreferensial
Makna nonreferensial adalah sebuah kata yang tidak mempunyai referen (acuan). Seperti kata preposisi dan konjungsi, juga kata tugas lainnya.
Contohnya :
Tadi dia duduk disini (alena denre tudangngi koede)
f. Makna Denotatif
Makna denotatif (sering juga disebut makna denotasional,makna konseptual, atau makna kognitif karena dilihat dari sudut yang lain) pada dasarnya sama dengan makna referensial sebab makna denotatif ini lazim diberi penjelasan sebagai makna yang sesuai dengan hasil observasi menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman lainnya. Jadi, makna denotatif ini menyangkut informasi-informasi faktual objektif.
Contohnya : Budi memakan apel.( manrei budi apel)

g. Makna Konotatif
Makna konotatif adalah makna yang berupa kiasan atau yang disertai nilai rasa, tambahan-tambahan sikap sosial, sikap pribadi sikap dari suatu zaman, dan kriteria-kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.
        Contohnya : kecelakaan  di jalan tol telah  memakan  banyak korban.  (memakan/mengakivatkan).(
h.  Makna Kata dan Makna Istilah
Pembedaan adanya makna kata dan makna istilah berdasarkan ketepatan makna kata itu dalam penggunannya secara umum dan secara khusus. Dalam penggunaan bahasa secara umum acapkali kata-kata itu digunakan secara tidak cermat sehingga maknanya bersifat umum. Tetapi dalam penggunaan secara khusus, dalam bidang tertentu, kata-kata itu digunakan secara cermat sehingga maknanya pun menjadi tepat.
       contoh:-tangannya luka kena pecahan kaca
                   -lengannya luka  kena  pecahan kaca (jarinna maloi nakenna reppa' kaca)
i. Makna Konseptual
Makna konseptual adalah makna yang sesuai dengan konsepnya, makna yang sesuai dengan referennnya, dan makna yang bebas dari asosiasi atau hubungan apapun.
      Contohnya : kursi itu rusak ( marusai irodo kaderae)
j. Makna Asosiatif
Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan keadaan diluar bahasa.
     Contohnya : banyak anggota DPR perebutan kursi DPR (maega anggota DPR nattikkengi kaderana DPR)
k. Makna Idiom
Makna idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat ”diramalkan” dari makna unsur-unsurnya, baik secara leksikal maupun secara gramatikal.
Contohnya : panjang tangan (malampe jari)
l. Peribahasa
peribahasa memiliki makna yang masih dapat ditelusuri atau dilacak dari makna unsur-unsurnya karena adanya ”asosiasi” antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa.
Contohnya : jarumlah engkau dan kami adalah benangnya (ijarukko iyyapa wennanna)


2.  Jelaskan macam- macam relasi makna (sinonim, antonim, Polisemi, Homonimi, Hiponimi, Ambiguiti, atau ketaksaan dan Redunansi), berikan masing-masing 2 contoh kalimat dalam bahasa bugis!
JAWAB:
homonim adalah kata yang mempunyai tulisan, dan bunyi yang sama, tetapi maknanya berbeda.
contoh :
1.)  Bulan(dalam kalender), Bulan(nama satelit)
-Ri uleng desember maeloi ulangan semester
Pada bulan Desember akan di adakan semester.
-Ye wennie macora ketengi
Malam ini bulan bersinar dengan indah.

homofon adalah suatu kata yang mempunyai bunyi yang sama, tetapi tulisan dan maknanya berbeda.
          contoh :
 a.)Yaro pelatihanna TNI e ri tanjung pruik mappake i tank
 Pelatihan TNI di tanjung priuk menggunakan beberapa tank
kata tank bermakna alat perang
b.) Nacabui bapakku pakue mappake tang
Ayahku mencabut paku menggunakan tang
kata tang bermakna peralatan


homograf adalah suatu kata yang mempunyai tulisan yang sama, tetapi bunyi dan maknanya berbeda.
      contohnya:
 a.) Yaro polisi e na serangi onronna teroris e ku di Jakarta Barat
Para polisi serang markas teroris di daerah jakarta barat
  makna kata serang adalah menyerbu

b.) Lokkai liburang om ku ri Serang Banten
Pamanku berlibur ke kota Serang Banten
makna kata serang adalah nama kota di daerah banten

polisemi adalah suatu kata yang mempunyai banyak makna (satu kata banyak makna)
        contoh :
 a.) Yaro Adi Bing Slamet na renrengi Eyang Subur lokka ri meja hijau e
Adi Bing Slamet menyeret Eyang Subur ke meja hijau
kata meja bermakna pengadilan
b.)  Melliki bapakku meja belajar untuk anrikku
Ayahku membeli meja belajar untuk adik ku
kata meja bermakna perabotan rumah tangga


hiponim dan hipernim, perbedaan keduanya adalah kalau hiponim memiliki makna yang umum sedangkan hipernim memiliki makna yang khusus.
         contoh : 
a.  Engka bua atina i Ayana asenna i Nabila
Ayana memiliki buah hati yang bernama Nabila
kata buah bermakna anak
b..  Mattiwi i la Nadsar bua jari pole ri kota Madura
Nadzar membawa buah tangan dari kota Madura
kata buah bermakna oleh-oleh
       
3.  Buatkan contoh perubahan makna (perkembangan dalam Ilmu dan Teknologi, Sosial Budaya, Pemakaian Kata, Pertukaran tanggapan indra dan adanya Asosiasi) berikan masing-masing 2 contoh kalimat dalam bahasa Bugis!
Jawab :
*Contoh asosiasi

1)Narekko tanggala sempulo pitu tungke
uleng pada mabbaju korpri pegawai
negerie.
‘Ketika tanggal tujuh belas setiap bulan
semua berbaju korpri pegawai negeri’
(Setiap tanggal tujuh belas setiap bulan
pegawai bnegeri berbaju korpri).

2) Ajak mupoji mancaji malacuwiri bolana
daeng ipakmu!
‘Jangan kamu suka menjadi benalu ri
rumah kakak iparmu!’
(Jangan kamu suka menjadi benalu di
rumah kakak iparmu!)

* contoh pertukaran  tnggapan indra
1) macenning‘manis, cantik’.
Macenningladde tappana anak makkunnrainna La Beddu
‘Manis sekali wajahnya anak perempuan si Beddu’
Anak perempuan si
 Beddu wajahnya
manis sekali.

2) 5) Makebbong atinna natora lasa sere ati
Busuk hatinya karena sakit iri hati
(Hatinya busuk karena penyakit iri hati)

*Contoh ilmu dan teknologi
1) tempo riolo kappalae nulle kedo pake layar
    Dulu-dulu kapal menggunakan layar untuk dapat bergerak
2) mahasiswa unm lokka toi meneliti ri tana toraja (mahasiswa unm juga pergi ke toraja untuk meneliti)

*Contoh sosial budaya
1) sarjana guruni  i ani
    Ani telah menjadi sarjana guru
2) makkumpulu manengni sikanenna la tina ri bolana nene na
(Tina sedang berkumpul dengan sanak saudaranya di rumah nenek

* Contoh pemakaian kata
 1) i ahmad lokkai na ceta bobbona i fatima (ahmad pergi mencetak buku fatima
2) kafala sikolana kueddu de najampaiki bettana muri-murinna (kepala sekolah disini tidak memperhatikan nakalnya murid-muridnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar