Karya. Monika Sebentina
“Dalam senyum kau
sembunyikan letihmu
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan langkahmu
Untuk bisa memberi harapan baru bagiku
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan langkahmu
Untuk bisa memberi harapan baru bagiku
Seonggok cacian selalu menghampirimu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku
mencari harapan baru lagi bagi anakmu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku
mencari harapan baru lagi bagi anakmu
Bukan setumpuk emas yang
kau harapkan dalam kesuksesanku
bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku
tapi keinginan hatimu membahagiakan aku
bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku
tapi keinginan hatimu membahagiakan aku
Dan yang selalu kau berkata
padaku
Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersamamu
aku menyayangimu anakku dengan ketulusan hatiku"
Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersamamu
aku menyayangimu anakku dengan ketulusan hatiku"
Perubahan Fonem :
1.
Pemunculan Fonem (Tanda Merah)
a.
Si[y]ang
b.
Caci[y]an
c.
U[w]ang
d.
Membahagi[y]akan
e.
Beri + Me- => Me[m]beri
2.
Pelesapan Fonem (Tidak terdapat pada puisi)
3.
Peluluhan Fonem (Tanda Hijau)
Me- + sayangimu => Menyayangimu
4.
Perubahan Fonem (Tanda Biru)
Me-
+ timpamu => Menimpamu
5.
Pergeseran Fonem (Tanda Ungu)
a.
Ha.rap + -an => Ha.ra.pan
b.
Ke.sukses +-an.ku => Ke.suksesan.ku
c.
Gu.lung + -an => Gu.lungan
d.
Ke.ber.hasil + -an.ku => Ke.ber.hasilan.ku
e.
Ke.menang + -an.ku => Ke.menangan.ku
f.
Ke.ingin + -an.ku => Ke.inginan.ku
g.
Ke.tulus + -an => Ke.tulusan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar